Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2015

Perempuan itu Harus Tetap di Rumah ?

Tadi pagi, ada seorang teman yang bercerita tentang dirinya yang dikirimi dengan nasihat bahwa perempuan harus di rumah. Rasanya banyak orang yang menganggap bahwa perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ia tidak bertanggung jawab terhadap nafkah keluarganya. Maka dia lebih baik di rumah sesuai dengan kodratnya.


Jangan hanya melihat dari satu sisi, lihatlah sisi baiknya ketika perempuan memilih untuk bekerja di luar rumah. Tidak bermaksud menyalakan, namun saya akan mengajak berfikir bahwa perempuan bekerja pun tidak salah.

Tidak ada perbedaan

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang - orang mukmin...” (QS. At-Taubah:105).
Allah tidak membeda - bedakan laki - laki dan perempuan untuk bekerja. Dari ayat diatas, setiap laki - laki dan perempuan diperbolehkan untuk bekerja. Sebagian mengartikan itu adalah perbuatan aman, pekerjaan amal. Niatkanlah bekerja hanya untuk ridho dan rahmat Allah. Bukankah pekerjaan tersebut akan menjadi amal??.

Tahu kah kalian bahwa instansi - instansi yang menyediakan pekerjaan, kebanyakan posisi strategisnya dipegang oleh orang - orang yang tidak perduli dengan agamamu, atau bahkan lebih parah lagi mereka adalah musuh agamamu. Semakin lama mereka akan semakin mempersulit ibadah - ibadah orang orang muslim di dalamnya. Bayangkan ketika kita masuk ke instansi tersebut dan kita bisa berdakwah, kalau bisa kita yang menempati posisi strategis tersebut, hingga sistem di dalamnya berjalan lebih islami.

Masalah selanjutnya laki - laki mestinya akan sulit mendekati dan berdakwah pada lawan jenisnya. Bukankah lebih mudah jika kita yang berdakwah? Sesama perempuan justru akan lebih mudah dekat, dari sana banyak sekali ladang dakwah yang sering orang abaikan.

Perempuan tidak boleh keluar rumah?

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang - orang jahiliyah... ” (Q.S. Al-Ahzab: 33)

Terjemah dari ayat di atas belum menjadi kesepakatan utuh semua ulama, karena justru sebagian ulama lainnya dalam hal ini lebih berpegang kaidah sebaliknya; al-ibrotu bikhusus as-sabab la biumum al-lafzh; bahwa sebab yang khusus harus lebih diambil ketimbang keumuman lafazh. Namun diluar itu semua para ulama menyepakati bahwa perintah untuk berdiam diri di rumah itu bukan harga mati tanpa adanya pengecualian. Karena potongan ayat berikutnya memberikan kepada kita isyarat bahwa bahwa istri-istri nabi dan perempuan lainnya pun boleh keluar rumah. Buktinya istri - istri nabi dan para sahabat ada yang keluar untuk berdagang bahkan ada yang ikut berperang.

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”

Hal tersebut tidak mutlak melainkan Allah memberikan syarat jika perempuan keluar rumah, maka mereka harus menjaga diri dengan tidak berhias dan bertingkah laku seperti orang - orang jahiliyah.

Kata tabarruj yang dimaksud adalah berhias yang berlebihan di luar rumah. Jika para perempuan itu berhias didalam rumah untuk suaminya, bahkan berlebihan sekalipun masih dibolehkan. Llau mekai wewangian berlebihan ketika di luar rumah. Wanita dilarang untuk mekai wewangian berlebihan sehingga ketika ia berjalan tercium wanginya. Tetapi jika dilakukan dirumah itu diperbolehkan. Jadi dari potongan ayat ini bisa kita pahami bahwa berdiam diri di rumah itu bukan tanpa pengecualian, namun ternyata para perempuan itu boleh keluar dari rumahnya jika ada kebutuhan yang penting dan keluar rumahnya dengan memperhatikan adab - adab keluar rumah, dan ini yang diungkap oleh ulama-ulama tafsir kita dalam banyak kitab mereka.

Apalagi sekarang ini kaum perempuan harus siap keluar rumah untuk kebutuhan pendidikan mereka, dan ini dinilai menjadi kebutuhan yang paling penting yang harus diusahakan tercapai, bahwa kaum perempuan harus cerdas dan berilmu pengetahuan. Bukankah kita sebagai perempuan dituntut harus cerdas dan berpendidikan untuk menjadi madrasah bagi anak - anak kita?.

Kodrat perempuan adalah menjadi ibu rumah tangga

Tidak ada yang menyangkal bahwa perempuan mempunyai tanggung jawab pada anak - anak dan suaminya. Tugas yang berada dipundaknya tidak lain adalah menjadi madrasah pertama bagi anak - anaknya dan tidak menitipkannya pada seorang assistant rumah tangga. Menghidupkan rumah dengan keceriaan, kasih sayang dan mengatur segala keperluan di rumahnya.

Dewasa ini sudah banyak cara untuk memecahkan persoalan ini. Walau para perempuan terpaksa meminta bantuan kepada assistant rumah tangga, tetap anak menjadi prioritas utama bagi ibu, tidak menyerahkannya kepada orang lain. Bahkan saya mempunyai beberapa kisah dimana working mom masih bisa mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan siapapun.

Bisa kan bekerja namun tetap di rumah?

Jawabnya, ya sangat bisa. Tapi ini adalah sebuah pilihan bagi seseorang. Bahkan Allah sudah mengatakannya di surah Al isra ayat 84.

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا

Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (QS. Al -Isra :84)

Tidak semua orang Allah berikan kelebihan untuk pandai berdagang. Tidak semua orang Allah berikan kelebihan untuk dapat mengajar dan menjadi ustadzah di pengajian pengajian. Allah menurunkan potensi yang berbeda - beda pada makhluknya. Dan dari ayat diatas, kita diperintahkan untuk berbuat sesuai dengan keadaannya masing - masing. Ketika kita mempunyai keadaan dimana potensi kita hanya bekerja di luar rumah, salahkah kita tetap berikhtiar? bukankah bekerja di kantor pun tetap di katakan ikhtiar?

Maka Allah pun tidak pernah melarang ikhtiar apapun dari seorang hambanya. :)

Kamis, 10 September 2015

The Door is Still Closed

Pindah dari zona nyaman adalah pilihan. Aku kita kepindahanku ini akan mengantarkanku pada lingkungan yang dapat bersahabat denganku. Nyatanya tidak, zona nyaman yang dulu ada, hanya menjadi bayang-bayang dimana aku bertanya pada diriku. Apa yang salah denganku?

Dulu aku berada diatara orang - orang yang menurutku tidak open mind. Dulu aku memilih mundur dan hanya berinteraksi seperlunya. Aku ingin kondisi yang ideal. Dimana semua orang berteman dan bersosialisasi tanpa melihat suku dan agama. Tanpa harus ada yang merasa tersingkirkan ketika mereka dirasa berbeda. Padahal perbedaan itu yang bisa membuat kita kaya akan rasa, kaya akan ide, kaya akan pelajaran hidup yang dapat diambil. Namun, kenyataan berbeda, nyatanya perbedaan hanya menjadi alasan mengapa ada orang - orang yang tersingkir atau memilih menyingkir.


Hari ini, aku berdiri ditempat yang sunyi. Bukan karena tak ada satu orang pun, tapi karena aku berbeda. Aku berharap hijrahku menjanjikan lingkungan yang lebih baik. Namun aku salah. Lagi - lagi aku berada di tengah orang - orang yang tidak open mind. Atau aku yang tak bisa membawa diri untuk bergaul? Rasanya tidak. Aku memiliki banyak teman teman di luar ruangan ini. Tapi di ruangan ini aku merasa sendiri.

Aku tak lagi seperti dulu, aku tak lagi menyingkir. Aku berusaha keras untuk bisa berdiri diantara mereka. Tapi aku merasa gagal. Aku merasa sendiri tanpa tempat berlindung. Aku berusaha berinteraksi dengan normal, nyatanya sering kali tak dianggap. Apa yang salah? apa karna aku bodoh dan banyak bertanya? bukan kah kita sama sama dalam ketidak tahuan? atau karna aku tidak seberuntung kalian yang bisa membeli apa yang kalian mau? ah ya aku memang tak bisa mengikuti gaya hidup kalian. Aku tida bisa. Tapi aku disini, mengetuk pintu yang tak pernah terbuka untukku.

Namun, Pintu itu tetap tertutup.

Senin, 20 Januari 2014

Friends


Tiba-tiba teringat sahabat-sahabatku yang selalu ada.. selalu memberikan warna.. merah, jingga, hijau, biru, kelabu.. selalu memberikan rasa.. asam, manis, pahit, getir.. selalu memberikan semangat..
Mari saya perkenalkan satu-satu temen unik.. yang menemani saya selama saya kuliah.. :)


Ada yang hobinya ngeplakin kepala, sombongnya nauzubillah, menurut survey dari satu orang katanya dia berasa pinter dan lulus cepet (red : padahal sama lamanya).. piss..
Tapi baiknya juga nauzubilah (tapi kadang-kadang).. hehehehe.. dia menyebut dirinya sendiri "the extra ordinary girl"...

Ada yang gila, yang ngerasa banget kalau dia cowo paling cool dan paling ganteng (gangguan telinga).. "katanya" banyak cewe yang suka karena peletnya ada di kawat gigi.. kawat giginya di lepas?? ok let see, fansnya ilang apa gak.. :)
Menurut komentar dibawah, dia adalah cowok paling galauan, sedikit sedikit galau, sedikit sedikit galau.. paling lucu adalah dia yang bikin orang lain galau, ternyata dia yang galau akut.. hehehhe xp

Ada yang spesial.. :p
yang ini pokoknya spesial, bisa bikin ketawa ketawa sendiri, nangis tiba-tiba, kesel mendadak, kangen setengah idup (Red : bukan setengah mati, biar positif tulisannya), dan bikin pengen mimpi terus (kaya obat tidur)..

Kedua sahabatku dari SMA..
paling awet, paling gila, paling stupidity.. dan paling susah ketemu.. mau ketemu mereka kayak mau ketemu ibu negara yang janjiannya harus enam bulan sebelumnya, itu aja kalau gak lupa (satunya sok sibuk, yang satunya pelupa).. berarti gak salah kan kalau nama "geng" kita stupidity.. :)

Ada yang paling muda, sebut aja si raja pilem.. hardisk satu tera bisa habis tinggal beberapa kilobyte, dan isinya semua adalah pilem.. -.-"
paling aneh, soalnya suka marah marah sendiri di sosmed.. padahal orang yang dimarahin aja gak baca sosmed (red : ngenes)..

Dan yang terakhir, paling galau nikah...
kalau orang belum punya kerjaan mah, nyari kerjaan, galau mau kerja dimana.. tapi dia unik.. ngitung biaya nikah, alhasil makin galau mau nikah kapan.. hahhaha.. piss.. :)

Well.. mereka semua teman-temanku.. tapi jangan anggap aku aneh karena sahabatan sama mereka yang aneh ya.. :)
Hari ini tiba-tiba teringat.. suatu saat kita akan pisah, dunia yang beda, susah ketemu, susah kontak.. udah beda kota.. dan banyak hal lainnnya yang emang karena kita udah long distance..
Tiba-tiba berasa kayak bakal kehilangan.. tapi kita tetap kita.. persahabatan ini akan tetap ada koq.. selama ada yang namanya teknologi.. :) ya kecuali kalau ada salah satu dari kita tinggal di gua.. -.-"
Love u All..

Sabtu, 04 Mei 2013

Kontrol Diri


Teringat obrolan dengan seorang sahabatku beberapa waktu yang lalu. Kami membahas tentang kekuatan seseorang untuk mengontrol pikirannya dan dirinya sendiri dalam menyelesaikan masalahnya terkait dengan orang lain. Kontrol diri tersebut ditentukan oleh bagaimana pola pikir kita terhadap masalah dan sikap yang kita ambil untuk menyelesaikan masalah.
Salah satu masalah yang diangkat adalah mungkin sebagian orang akan merasa tersinggung dan jengkel apabila ada orang yang berkomentar negatif tentang kita. Apalagi jika sebuah forum sengaja dibuat untuk memberikan komentar-komentar tentang diri kita. Lalu sebagian orang akan merasa dirinya telah dihina, dicela, dan mungkin merasa nama baiknya tercemar. Stop pikiran tersebut karena pikiran-pikiran tersebut yang akan membuat hati kita merasa lelah. Yang terparah adalah akan menimbulkan blaming terhadap orang lain, dan yang terparah adalah merasa dirinya selalu menjadi korban.
Mungkin kita pernah mendengar tentang kisah Luqman yang menunggangi keledai bersama anaknya, dimana didalam perjalanan mereka selalu mendapatkan komentar yang berbeda-beda. Jangan salah persepsi dengan kisah ini, karena hikmah dari kisah ini penerapannya berbeda dengan kasus diatas. Hikmah dari kisah ini adalah, jangan kita hanya mengambil pertimbangan hanya dari komentar komentar orang lain, melainkan kita kembalikan semuanya kepada tuntunan Allah.
Ya, memang kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang yang ada disekitar kita. Tapi bukan berarti juga jika kita tidak introspeksi diri atas diri kita. Mungkin saja bukan apa yang mereka katakan atas diri kita ini adalah benar, dan mungkin butuh pengkoreksian disana. Karena semua bentuk kritik dan komentar dapat membangun diri ini menjadi pribadi yang lebih baik lagi jika kita mau menjadikan itu semua sebagai awal dari introspeksi diri.
Jangan menjadi seseorang yang berfikir bahwa orang-orang disekitar kitalah yang harus mengerti kita. jangan berfikir bahwa semua harus seperti yang kita harapkan. Karena hal yang paling sulit adalah mengubah orang lain. Karena hal yang lebih mudah dilakukan adalah bukan mengubah orang lain, bukan mengubah keadaan disekitar kita menjadi seperti yang kita inginkan, tapi yang paling mudah adalah mengontrol diri untuk mengambil sikap yang bijak. Semakin baik kontrol diri, semakin baik sikap yang akan kita ambil.
Inilah gunanya untuk mengontrol diri, kita bisa mengubah semua hal yang menyebalkan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kamis, 18 April 2013

Tentang Teman, Teman dan Teman



Mungkin dulu pasti kita pernah mendengar nasihat dari orang-orang disekitar kita, “Jangan pernah memilih-milih teman, siapapun orangnya harus kita anggap teman” dan lain sebagainya. Jelas ini adalah paham yang berbeda. Karena dalam paham tersebut mau tidak mau pasti ditemukan banyak prasyarat pada kenyataannya. Teman dalam paham ini mungkin hanya sekedar panggilan lain terhadap kenalan bukan teman yang sesungguhnya.

Perbanyaklah mengenal orang dari berbagai bangsa, perbanyaklah mengenal orang dari berbagai tempat, perbanyaklah mengenal orang dari berbagai agama, dan dari segala penjuru dunia. Karena dengan begitu kita akan banyak sekali mengenal karakter orang-orang disekitar kita. Karena dengan itu kita bisa belajar.
Tapi pilihlah dari orang-orang yang kita kenal tersebut untuk menjadi teman kita. Pilih.


Ternyata memilih teman bukan perkara yang main-main, karena memilih teman itu perintah agama.

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan yang buruk itu seperti pembawa minyak wangi dan pandai besi. pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya atau engkau membelinya atau engkau akan mencium harumnya. Sementara pandai besi mungkin akan membakar bajumu, atau engkau akan mencium bau yang tidak sedap”. (Bukhari dan Muslim)

“Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, karena hendaklah salah seorang diantara kalian mencermati kepada siapa kalian berteman.” (Tirmidzi, Ahmad dan Abu Daud)

Mungkin setelah kita membaca hadist diatas, kita akan berfikir dan bertanya. Kalau begitu para pendakwah akan menjadi golongan VIP yang akan berkumpul dengan pendakwah lainnya? Percuma gak sih kalau kita dakwah pada orang yang sudah tahu? Lalu siapa yang akan mengembalikan mereka pada jalan yang benar?
Pertama, dakwah itu bukan hanya memberi atau bertukar ilmu dengan seseorang yang belum tahu, tapi mengingatkan orang-orang yang sudah tahu ilmunya tapi masih belum mengamalkannya. Sukur-sukur dari situ kita juga diingatkan untuk amalan yang lain. Kedua, Tugas dan tanggung jawab kita bukan untuk mengembalikan seseorang untuk menjadi benar, tapi memberitahu akan kebenaran. Perkara menerima tidaknya ia, kembalikan pada individunya tersebut. Jangan lupa mendoakan, karena Allah lah yang maha membolak balikan hati.

Teringat dengan sebuah nasihat lukman untuk anaknya, “Berkumpulah dengan orang-orang shalih yang berilmu. Jika kamu berilmu maka kamu akan bertukar ilmu dan semakin banyaklah ilmumu. Dan ketika kamu tidak berilmu maka kamu akan mendapatkan ilmu-ilmu yang sebelumnya kamu dapatkan”.

Jadi, pilihlah teman yang baik, yang bisa sama-sama membawa kepada kebaikan, yang mau saling menasehati, yang jauh dari hal-hal kerusakan ataupun hal-hal yang sia-sia. Sekali lagi silakan mengelilingi dunia ini, bergaul dengan begitu banyak orang, belajar dari banyak tempat, mengenal dari banyak orang. Tapi pilihlah dari orang-orang tersebut yang akan menjadi teman kita.

Minggu, 11 November 2012

Rasa Syukur, Bahagia dan Kesuksesan


Semua yang kita kerjakan, apapun yang kita lakukan semuanya harus diniatkan untuk mendapatkan keberkahan. Cita-cita yang sedang kita rajut sekarang pun harus dengan niat untuk mendapatkan berkah dan ridhaNya. Karena dimanapun kita berada, kita selalu berada dalam lingkungan yang abu-abu. Tak hanya selalu putih dan hanya selalu hitam. Ketika semuanya dikembalikan kepadaNya, ketika semuanya diorientasikan kepada dunia dan akhirat, dan ketika niat kita untuk mendapatkan ridha dan berkahNya, setiap yang kita alami akan menjadi syukur kita padaNya.


Saya ingat satu quote yang pernah saya tulis, “Parameter kesuksesan itu hanya satu, yaitu Bahagia”. Buat apa kita bergelimangan harta, buat apa karir kita melesat, buat apa kita menjadi orang terpandang jika kita tidak bahagia.
Karenanya sukses adalah milik orang-orang yang berbahagia. Lalu muncul-lah pertanyaan, darimana datangnya bahagia? bahagia itu sendiri datangnya dari rasa syukur atas apa-apa yang kita peroleh, syukur atas segala nikmat yang diberikanNya.
Lalu dari mana rasa syukur itu datang? rasa syukur itu datang dari hati. Hati yang bagaimana yang selalu bersyukur? yaitu hati yang senantiasa tenang dekat dengan Sang Pemilik hati, Allah swt. Hati yang senantiasa mengorientasikan apa-apa yang ia lakukan untuk dunia dan akhirat, untuk mendapatkan ridha dan berkahNya. Hati yang senantiasa jauh dari rasa marah, dengki, kesal, kecewa terhadap hal-hal yang menimpanya. Hati yang senantiasa tahu bahwa Sang Pemilik hati bermaksud apa atas hidup ini. Hati yang senantiasa dekat dengan Sang Pemiliknya. Itulah hati yang sentiasa bersyukur.

So, dekatkanlah hati ini dengan Sang Pemilik hati, maka hati ini akan tenang. Hati yang tenang akan selalu bersyukur atas apa-apa yang diberikan padanya. Lalu rasa syukur akan menjadikan diri ini selalu merasa bahagia. Ketika kita bahagia, inilah kesuksesan.
Allahualam.

Senin, 24 September 2012

Nasi Sudah Menjadi Bubur

Terusik dari tulisan teman yang bunyinya "If in the beginning, you're wrong, it will be always wrong till the end". Mengapa ketika awalnya salah, harus selalu salah sampai akhir? bagaimana menurut anda? apakah ada seseorang yang akan terus merelakan dirinya berbuat kesalahan?. Saya kira tidak.


Mungkin beberapa dari kita akan langsung berfikir pada sebuah kebohongan, ada yang bilang sekali berbohong akan terjadi kebohongan-kebohongan lainnya untuk menutupi kebohongan tersebut. Hal ini benar, namun untuk konteks satu masalah tersebut. Untuk masalah yang lain, tentunya seseorang akan belajar untuk memperbaiki kesalahannya dan tak mengulangi kebohongannya.

Atau dengan contoh yang lain, contoh yang sudah sangat klasik. Misalkan kita ingin memasak nasi, namun kita terlalu banyak menambahkan air kedalam berasa yang akan dimasak, dan akhirnya berasa tersebut akan menjadi bubur. Hal ini merupakan sebuah kesalahan, tapi bubur (product kesalahan tersebut) bukan akhir dari segalanya. Kita dituntut bagaimana menjadikan bubur tersebut enak dan nikmat untuk dikonsumsi, bukan untuk disia-siakan dan dibuang. Bagaimana menjadikannya lezat dan berbeda dari bubur lainnya.

Ya, karena apa-apa yang terjadi sudah diRidhai oleh Allah, apa-apa yang terjadi sudah memiliki tujuan, hikmah dan akibar dari kejadian tersebut, bbegitu juga dengan kesalahan. Kesalahan yang dilakukan , bukan hanya untuk kita sesali, tapi untuk kita pelajari, untuk kita berfikir bagaimana memperbaikinya, bagaimana kita tidak mengulanginya lagi. Begitu juga untuk orang disekitar kita, mungkin dengan kesalahan kita mereka belajar, terbentuk pola-pola pikiran yang nantinya akan mengantarkan mereka pada suatu kebaikan, dan lain-lain. Mungkin saja dengan kita melakukan kesalahan ibrahnya bukan hanya untuk diri kita tapi juga untuk orang-orang disekitar kita.
Think smart.. jangan pernah memandang suatu kesalahan sebagai kata "Salah" dengan mutlak. Allahualam bisawab.

Sabtu, 20 November 2010

Tak Sekonsisten Pasang Surut Air Laut

Teringat sebuah pepatah yang diberikan oleh dosenku di kelas, pepatah yang baru di telingaku, namun sektika mengusik pikiranku. Pepatah itu berbunyi :
“Tidak ada yang lebih konsisten dibandingkan dengan pasang surut air laut.”
Masuk akal memang, karena pasang surutnya air laut memiliki periode. Dimana satu periode, berarti satu kali pasang surut terjadi. satu periode pasang surut dapat 24 jam 50 menit untuk diurnal tide, atau 12 jam 25 menit untuk semi diurnal tide. Pada bagian bumi yang mengalami diurnal tide tidak akan berubah seketika dan mengalami semi diurnal tide, begitu pula sebaliknya. Dan saya tidak akan membahas pasang surut air laut lebih panjang lagi tentunya.

Sebuah kekonsistenan pasang surut air laut yang pasti datang dan pergi dalam satu periode.


Sangat berbeda dengan kita sebagai manusia bukan? Yang terkadang sangat bersemangat dengan apa yang kita tekuni, dan apa yang kita jalani sekarang, namun mungkin beberapa waktu ke depan kita merasakan semangat kita surut dengan drastisnya. Karena sebuah semangat seperti buih dilautan, yang terlihat meninggi dengan pergerakan yang cepat bersama ombak dan menyurut lalu hilang setelah tiba di tepian?.

Sangat berbeda dengan kita sebagai manusia bukan? Yang terkadang kecintaannya pada sesuatu di perlihatkan dengan ketekunan dan keuletannya, namun mungkin beberapa waktu ke depan kita merasakan kebosanan dan melupakannya dengan mudah, kemudian berputar haluan. Karena apa yang engkau dengarkan tentang cinta adalah kulit dan sedangkan dirinya sendiri adalah rahasia yang tak terungkpkan.

Sangat berbeda dengan kita sebagai manusia bukan? Yang terkadang sangat terobsesi terhadap sesuatu, dan rela berusaha dengan keras untuk mencapai apa yang kita harapkan, namun mungkin beberapa waktu ke depan kita dengan mudah mengesampingkan obsesi tersebut. Karena hati selalu berubah ubah. Karena hati seperti ombak di lautan, naik turun seiring riak gelombangnya, mengikuti arus untuk mendapatkan ombak dengan gelombang yang tinggi.

Karena apa yang ada di diri kita bukan suatu kekonsistenan, yang terus berada pada satu periode dan terus berulang bukan? Karena apa yang ada di hidup kita tidak ada yang abadi, selalu ada hal-hal baru yang dapat di pelajari, dan selalu banyak kejutan kejutan kecil untuk memberikan goresan goresan warna yang berbeda.

Love is Blind

Teringat sebuah statement “Love is blind”, cinta itu buta. Sedikit saja kita bahas soal cinta kali ini, karena baru saja aku mendengar statement tersebut dari sebuah obrolan malam di kamar sebelah. Setujukah anda dengan statement cinta itu buta?.

Cinta itu kerap di katakana buta karena banyak kisah yang mungkin terjadi di luar logika kita. Kisah cinta Layla Majnun? Atau kisah cinta dari novel klasik shakespeare, dimana sebuah kisah cinta yang di bawa mati sang pemiliknya, Romeo and Juliet. Dan masih banyak lagi kisah cinta lainnya yang di tulis oleh para pemuja cinta.


Cinta adalah cinta yang dapat membuat mendung menjadi pelangi, cinta adalah cinta yang bisa mmbuat rasa pahit menjadi manis?. Cinta adalah cokelat, dimana kita bisa merasakan rasa pahit dan manis sekaligus?. Ah entahlah, terlalu banyak orang mendeskripsikan tentang cinta, dn semua merujuk pada “Love is Blind”.

Tapi bagaimana cinta itu buta? Sedangkan cinta itu sendiri dapat melihat semua yang kau cintai. Bagaimana cinta itu buta? Sedangkan cinta itu sendiri dapat menunjukkan padamu rasa pahit dan manis sekaligus?.

Cinta dapat menerima sebuah kekurangan menjadi suatu kelebihan cintanya. Cinta dapat menyatukan kelebihan dan kekurangan menjadi sesuatu yang saling mengisi. Cinta lebih sering memberi daripada menerima. Dari sinilah cinta selalu di katakan buta.  Tapi sesungguhnya cinta itu tak pernah buta, cinta dapat melihat dengan sebaik baiknya. Namun cinta tak pernah melihat dengan matanya, cinta melihat dengan mata hatinya, yang menjadikan statement-statement di atas menjadi mungkin dan rasional.

Terlalu gombalkah itu? kembali pada kita yang mengartikan arti cinta itu sendiri. Karena cinta, sebuah kata yang mempunyai definisi berbeda bagi setiap individunya. Karena cinta, sebuah kata yang mempunyai definisi berbeda di setiap detiknya.

Jumat, 19 November 2010

About the Good People

Seorang teman mengirimkan pesan singkat yang berbunyi:
“Orang baik itu bukanlah orang yang tidak pernah salah. Tapi orang baik itu adalah orang yang selalu memperbaiki kesalahannya. Dan orang yang lebih buruk adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya, melainkan hanya menyalahkan oranglain.”
Apa yang terlintas di benakmu setelah membacanya? Setujukah kalian dengan statement tersebut? atau kalian mempunyai statement sendiri tentang definisi dan makna dari pesan singkat tersebut?.
Pesan singat tersebut sedikit membuat pikiran saya flashback dan memikirkan sedikit pertanyaan dalam diri saya? Sudah kah kita menjadi orang yang baik, yang selalu memperbaiki kesalahannya dan mungkin belajar dari kesalahannya?.

Terlepas dari itu, tanpa disadari atau tidak, ketika kita merasa sakit hati, kita lebih sering disibukkan dengan satu kegiatan, yaitu menyalahkan orang lain yang terlihat buruk dalam sudut pandangmu.
Pertanyaannya, mengapa kita sering membuang waktu dengan terus menyalahkan oranglain? Tak ada waktu untuk menyalahkan oranglain bukan?, jika dirimu di sibukkan oleh hal-hal positif. Seperti berusaha kenali dirimu sendiri, kenali kesalahanmu dan belajar dari sana.

Mungkin kebanyakan orang, ketika ia sedang merasakan sakit hati ia hanya terperangkap pada rasa sakitnya saja, dan terlalu takut menelan rasa pahit dari obat yang seharusnya ia minum untuk sembuh dari rasa sakitnya.
Rasa takut terhadap obatitu lah yang memaksa dirinya terperangkap dalam labirin sakit hati dan lebih memilih terus menyalahkan orang lain dan sedikit melupakan kesalahannya.

Keluar dari labirin itu mudah, asalkan ada kemauan. Mari kita berlomba lomba menjadi individu yang lebih baik mulai dari sekarang.

Kamis, 18 November 2010

Makna Kebebasan di Hidupmu

Apa makna Kebebasan sesungguhnya? Apa itu bebas? Mungkin sudah terlalu banyak tulisan yang mengusung tema kebebasan, banyak artikel yang mengangkat tentang kebebasan. Tak sedikit pula bebagai makna dan definisi tetang kebebasan telah dikemukakan. Lalu bagaimana denganmu? Apa makna kebebasan itu sendiri bagi dirimu?.


"Apa arti kebebasan sebenarnya?” Sebuah pertanyaan yang tiba-tiba hadir di saat dirimu tak leluasa dengan keadaan yang ada. Sebuah pertanyaan yang mungkin tiap detik kau pertanyakan, dan tiap detik pula engkau menemukan jawaban yang berbeda. Hal ini lah yang menggelitik jari-jariku untuk menulis beberapa pikiran singkat tentang kebebasan.

Bolehkah kita mengatakan bahwa bebas adalah ikhlas?
Kebebasan adalah bentuk lain dari keikhlasan. Keikhlasan atas apa yang kita lakukan, keikhlasan atas apa yang kita pilih untuk menghiasi rel rel hidup yang ada, keikhlasan atas jalan yang tengah kita pilih.

Selasa, 16 November 2010

Tak Mungkin Berjalan Mundur

Teringat kutipan dari sebuah film yang saya sudah lupa judulnya apa, "Waktu itu berubah, dan kita ikut berubah seiring perubahan waktu", dan satu kutipan lagi berbunyi "i'm slow walker, but i'll never walk back". Dua buah kutipan yang menyatakan semua tidak akan ada yang abadi, tidak akan ada yang bersifat tetap dan sama, begitu juga aku ataupun dirimu. Kita pasti akan selalu berjalan ke depan, tidak berjalan mundur bukan?

Coba kita lihat jarum detik pada jam mulai berdetak dengan cepat sesuai porsinya, berputar melingkari perputaran waktu. Begitu pula dengan jarum menit yang ikut berputar perlahn mengikuti gerakan jarum detik dan jarum jam berputar lebih lambat dari keduanya.

Waktu itu memang terus berputar bukan? Waktu itu terus berubah, bertambah dan terus bergerak ke depan tanpa henti. Tapi tidak dengan jarum jarum penunjuk waktu itu, jarum jarum itu terus berputar berubah seiring perubahan waktu, namun ia akan kembali pada titik dimana ia memulai pergerakannya.


dan kamu percaya yang mana?
Ketika hatimu...
hatimu berharap semua seperti jarum jam yang terus berputar dan akhirnya kembali pada titik dimana ia memulai pergerakannya, membentuk suatu pola yang dapat kita mengerti dan semuanya terasa terbiasa. pengharapan kita akan kembali ke masa lalu, masa dimana kita mulai dapat menarik otot otot pipi kita untuk tersenyum. ataupun masa masa yang pasti sangat kita inginkan kembali.

dan ketika itu logikamu.
Logikamu menunjukkan bahwa penunjuk waktu memang akan berputar kembali karena dia hanya penunjuk waktu harian, sedangkan semua waktu yang terlewati sama sekali tidak akan pernah kembali. seperti halnya kamu berjalan maju dan tidak akan pernah bisa berjalan mundur.
Sesuatu yang telah kita tinggalkan tidak akan pernah dapat kita ambil kembali dengan mudahnya. seperti halnya tak mudah bagi kita untuk berjalan mundur dengan tatapanmu yang semestinya menatap ke depan.

Maka ketika kamu sadar bahwa kamu tengah menyesal, berjuanglah, dan percayalah. bahwa sesuatu yang telah hilang atau terlewatkan, ia akan kembali dengan perjuanganmu atau dengan caranya sendiri dan mungkin tak akan pernah kembali atau mungkin saja tergantikan.

Jumat, 12 November 2010

Sudut Pandang Bagimu

Sudut pandang?

Sebenarnya apa yang adadi benak kamu tentang kata sudut pandang?

Sudut pandang itu cara kamu menilai sesuatu? atau cara kamu melihat sesuatu sebagai objek bukan subjek? atau tempat nyaman sebagai dirimu untuk menilai orang lain dan dirimu sendiri. Mungkin kita semua perlu mendeskripsikan ulang arti dari sudut pandang yang sebenarnya. Atau hanya sekedar berkata pada diri kita sendiri, benarkah sudut yang sudah kita ambil. mengapa? Sudah objektif kah kita?

Saya pernah mendengar sebuah kalimat indah yang mungkin benar adanya seperti itu, danmembuat kita berfikir ulang. kata – kata itu berbunyi,  ”Bukankah bayangan itu terbentuk dari perpektif kita yang menjadi pengamat? dan tentunya dengan variable berbeda, antara lain  jarak, lensa yang di gunakan. Tapi mengapa apapun bebtuk bayangan yang terbentuk, kita di ajarkan dalam sebuah pelajarn Fisika, untuk mengetahui Fokus (titik apinya) dimana?”.

Sebuah Kisah Sebuah Cerita

Seorang perempuan bersandar di kursi taman tengah kota dimana setiap pojok terlihat. Setiap orang beraktifitas terpantau, setiap orang berbisik mendengar. Aku berjalan menunduk hormat padanya. Lalu dengan hati hati aku bertanya bolehkan saya duduk di sampingnya. Dengan ramah ia mempersilakan aku duduk di sampingnya. Saat itu aku hanya memainkan handphone karena menunggu teman disana.

Tiba-tiba ia berbicara. “kau lihat orang yang di sebelah timur sana?”
“ya aku lihat” jawabku  singkat.
“apa yang kau lihat?”
“seorang teman yang bercanda keterlaluan, iseng, hingga sang teman yang dijadikan objek merah padam dan tak tahu harus bagaimana. tapi sepertinya ia tak maksud jahat dan bercanda, ya sedikit keterlaluan”
ia diam dan aku memandangnya yang masih memandangi adegan tadi.

“lalu yang di sana?” ia menunjuk seseorang yang duduk sendirian, dan beberapa kali menghela nafas.
“sepertinya ia kesepian, ia memandangi beberapa orang lewat, tapi ia lebih sering memandangi orang yang bernasib sama dengannya, yaitu sendirian, atau orang yang asik dengan dunia yang ia mengerti saja.” jawabku.


“menurutmu mana yang kesepian?” tanyanya. Aku terdiam karena pertanyaan itu aneh. bukankah sudah jelas jawabannya?
belum lama aku memandangnya bingung, ia menjawab sendiri pertanyaannya.
“kau tahu, justru orang yang terlihat bercanda yang berlebihan lah yang mempunyai rasa sepi yang lebih tinggi, kau tahu justru merekalah yang mempunyai masalah yang lebih besar daripada orang yang sendirian dan menghela nafasnya beberapa kali.”

“….”
“kau tahu orang-orang yang bercanda berlebihan, hanya untuk menutupi masalahnya, hanya ingin keramaian membunuh sepinya. hanya ingin orang lain tersenyum karenanya, ceria karena dia, karena dia tak ingin melihat yang lain kelabu. dan tahukah kamu, justru yang sedang sendirian disana adalah orang yang sedang butuh ruang privasi, hidupnya terlalu berwarna, sehingga ia merasakan hal yang monoton. dan mengapa ia memandangi orang-orang yang sendirian? bukan karena ia ingin mencari teman, tapi karen ia iri, iri akan dunia yang mereka miliki sendiri.”
lalu perempuan tersebut tersenyum kearahku dengan manisnya.
aku menatapnya kagum

lalu bibir mungil itu melontarkan pertanyaannya lagi. “kamu lihat orang-orang yang berjalan beramai-ramai disana??"
“apa yang kamu tangkap dari mereka?” lanjutnya.
“hummm..mereka kompak dan sepertinya teman-teman dekat yang sedang berkumpul.”
ia kembali tersenyum menanggapi opiniku.
“sebenarnya mereka adalah orang-orang yang di pikirannya hanya ada kata aku, dan kami. mereka berjalan bukan karena dia, kamu, kita atau mereka.”
“maksudnya??” aku masih bingung dengan pernyataannya.
“seharusnya semua orang bisa berjalan dan berfikir tentang dia, kamu, kita atau mereka. bukan hanya kata aku dan kami di dalamnya.”
aku mengangguk paham.

“apakah kamu berjalan karena dia, kamu, kita dan mereka?” tanyaku.
“ya.” jawabnya singkat.
“Lalu mengapa kamu sendiri disini?” tanyaku sambil memandang matanya.
“karena dia, kamu, kita dan mereka berjalan karena di kepalanya hanya ada kata aku dan kami.”

Jumat, 05 November 2010

Sebuah Renungan untuk Sahabat

Teman..
mendengar kata tersebut, apa yang kamu pikirkan?? apakah kamu mencoba mendeskripsikan arti dari kata teman??.
banyak yang mengaku dengan kata teman padamu.
beberapa diantaranya mungkin telah kamu anggap sahabat.

apa sih arti sahabat itu..???
aku pernah mendengar sebuah statement tentang arti kata  "sahabat",
"sahabat itu adalah orang yang pertama kali datang di saat semua orang di dunia pergi menghilang" dan statement lain mengatakan, "sahabat itu adalah orang yang selalu ada dan mau membantu kita, sahabat itu adalah orang yang mengerti kita apa adanya, rela berkorban dan ikut merasakan apa yang kita rasakan, tak pernah berkhianat" dan lain-lain.

Mari renungkan, apakah semua statement itu benar adanya? adakah seseorang yang dengan tulus melakukannya untukmu?
bukankah jawabannya adalah "tidak".
Bukankah tidak akan ada orang yang semacam itu, sahabat hanya sahabat bukan orang yang harus kita tuntut seperti pernyataan- pernyataan sebelumnya. karena mereka juga sama dengan kita karena mereka juga perlu orang-orang yang bernama sahabat. karena mereka juga punya masalah yang harus mereka dahulukan, di atas urusan kita.

Tahukah, saat kita terpuruk, kita merasa orang yang paling hancur, menderita, tak ada pijakan?.
kita hanya bisa menangis dan mencari sosok sahabat yang kita yakini masing masing. Namun tidakkah kita berpikir tentang mereka. Bukankah mereka yang kau katakan sahabat juga manusia yang mempunyai masalah yang membuat mereka juga merasakan masalah mereka berat. Sedangkan kita merasa masalah mereka bukan apa-apa jika dibandingkan dengan masalah - masalah yang kita hadapi? adilkah kita? ketika sahabatmu berfikir sebaliknya.

Dan mari kita renungi lagi, apa arti sahabat sebenarnya?
Perasaan ketidakadilan tersebut akan membawamu pada hipotesis bahwa mereka bukan sahabat yang kita inginkan?.

Dan mari sejenak renungi lagi apa arti sahabat.
Selagi mereka ada di hadapanmu mengapa tidak kalian katakan "Dia adalah sahabatku, ya sahabatku".
Manusia, karena kita adalah manusia yang di ciptakan dengan akal dan pikiran. karena kita adalah manusia yang diciptakan dalam keadaan keluh dan kesah, karena kita adalah manusia dengan keegoisan yang ada, walau dengan kadar yang berbeda.
Karena semuanya hanya makhluk Allah yang hidup karena hidup merupakan pilihan yang di berikan Allah.
Pilihan tersebut datang, dan kita menjadi penentu jalan mana yang kita pilih, dengan masing masing resiko yang dibawa oleh pilihan pilihan tersebut.

Ketika semuanya hancur itu adalah resiko, dan mengapa Allah masih membiarkan kehancuran itu datang?
karena agar kita belajar dari kesalahan yang ada, agar tidak terjatuh di lubang yang sama dan ketika kita berpikir, kita di berikan pilihan sadar atau tidak. Allah sayang pada umatNya, pada hambaNya, hanya Dia yang ada disaat kita butuh Dia. dan disaat semua orang pergi meninggalkan kita.
Ah ya kata-kata itu mudah di ucapkan namun sulit di lakukan, lalu bagaimana dengan sahabat?
"sahabat hanya sebuah kata yang memang artinya sangat dekat", dia yang pertama kali datang disaat semuanya pergi, dia yang mengerti kita, dia yang selalu menasihati kita.
Namun mereka juga manusia sama dengan kita punya perasaan seperti kita. mereka juga punya pilihan untuk hidupnya. dan semua nasihatnya hanya masukkan, namun pilihan tetap ada pada kita. Karena kita adalah kita, bukan dia atau mereka.